Mimpi apa malam tadi? Akhir Januari indah dengan segala kisah di dalamnya. Bukan karena pohon pepaya di belakang rumah berbuah lebat dan matang setiap hari. Bukan pula karena kisah indah dari teman-teman yang sudah lebih dahulu meninggalkanku karena status jomblonya ditanggalkan (read: menikah) dan bahkan bukan karena isi kepalaku dipenuhi dengan project tulisan yang akan dibukukan selanjutnya. Tidak! Tidak semua itu yang menjadikan Januari terasa indah. Jika bukan karena semua itu, lalu apa? Pelan-pelan, baca terus ke bawah, ya. Hehe. Keindahan akhir Januari ini tidak serta merta datang tanpa disengaja atau sebuah kejutan tak terduga. Bahkan sebab keindahannya lahir dan dibungkus oleh jutaan derai air mata, butir peluh dan lembaran uang yang semuanya menjadi saksi bisu tentang kerasnya dalam memperjuangkan sebuah keindahan yang sudah direncanakan akan mekar di akhir Januari. Di hari ini. Ya, tepatnya di hari ini. Demikianlah awal mula lahirnya keindahan di akhir Januari......