Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Kenapa harus Rindu?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hai sobat, apa kabar? Terutama hatinya. Semoga baik. 😊 Ily mau cerita nih, Apa yaa.. Bingung juga. Tetapi ada sesuatu yang harus Ily katakan. Perih sih, tapi ya mau bagaimana lagi. Diobati nggak bisa, dibuang nggak mungkin dan dibiarkan tambah membingungkan. Hehe... Bercanda, jangan serius. Kali ini Ily ada sebuah puisi. Menarik sih, plus membingungkan. Panasaran, mari lanjutkan membacanya.... Rinduku "Ily" Siapa sangka dia bisa menjadi objek pada kegelisahan hati ini Siapa sangka pula bahwa dirinya menjadi Manusia yang selalu dikenang Mungkin dia tidak pernah menyangka dan tahu Bahwa betapa dirinya selalu diingat Mungkin dia tidak merasakan apa yang tengah kuderitKan Mungkin aku bodoh Merindukan orang yang tidak merindukan Menyukai orang yang tidak menyukai Mengingat orang yang tidak mengingat Kejam sekali cinta ini Lekat sekali rasa ini Berhari-hari kucoba melupakan Maka berkali-kali pula aku ...

Laksana Utrujah dan Bintang-Bintang

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh hai sobat ily, gimana kabarnya? semoga baik, Aamiin. Nah, sesuai janji kali ini ily akan melanjutkan tulisan dengan tema yang masih sama yakni keutamaan orang-orang yang membaca Al-Qur'an. panasaran bagaimana keutamaannya? Mari, lanjutkan membacanya... Laksana Utrujjah dan Bintang-bintang “Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an itu seperti utrujjah (jeruk wangi). Baunya sedap dan rasanya pun enak. Orang yang beriman yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan buah kurma. Tidak ada baunya, tetapi rasanya manis. Orang   munafiq yang membaca Al-Qur’an bagaikan kemangi. Baunya sedap tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafiq yang membaca Al-Qur’an laksana bratawali(sejenis labu). Tidak ada baunya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari dan Muslim)      Menyambung pada bagian sebelumnya tentang membiasakan diri untuk senantiasa bersama Al-Qur’an. Kali ini saya menghadirkan kepada Anda tentang ke...

Al-Qur'an, Sahabatku

N Assalamualaikum Akhi wa Ukhty... Kembali bersama saya Ily Mari simak karya berikut .... Al-Qur’an Sahabatku “ Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran (mauizhah) dari Tuhanmu dan terapi bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta Rahmat bagi orang-orang yang beriman.” ( Qs. Yunus:57, periksa pula An-Nahl:89, al-Israa’:9 dan 82) Kita sepakat bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia dan paling terjaga keotentikannya dibanding dengan kitab lainnya. Ungkapan ini bukan hanya dari saya melainkan sudah tertuang dalam kalam Allah. Keindahan dari segi tulisan dan bacaannya tidak ada satupun jenis sastra yang dapat menandinginya, bahkan nilai plusnya jika membacanya akan mendapat pahala dan dapat menjadi pelindung bagi yang istiqomah membaca, memperlajari, dan mengamalkannya. Akan tetapi, keistimewaan tersebut semakin hari semakin terkalahkan oleh perkembangan teknologi yang semakin pesat yang dapat membuat konsumennya...

Welcome to life

Ily.Sastra Puisi Kehidupan Assalamu'alaikum manteman.... kali ini saya akan menghadirkan sebuah puisi untuk Anda. Puisi ini adalah ungkapan terima kasih saya pada Ibu yang  telah mengenalkan saya akan arti hidup di dunia Ibu adalah sumber kekuatan Welcome To Life’1 Saat tangisan kecil dariku menembus dinding kehidupan Saat itulah fase kehidupanku dimulai Semua orang tersenyum melihatku Tapi aku menangis melihat mereka Mereka tak menyadari bahwa mata kecil ini tak biasa menatap dunia mereka tak menyadari bahwa polusi kehidupan semakin parah tensi ekonomi semakin tinggi dan kecanggihan tekhnologi semakin mengalahkan kehidupan beragama kini aku hadir didalamnya saat dunia sedang sakit aku ingin bertanya pada ibu tentang bagaimana roda kehidupanku apakah kehidupanku seperti mengayuh sepeda dijalan yang mulus ataukah sebaliknya? Mengayuh dijalan yang penuh batu kerikil Aku menatap pada ibu Kulihat matanya yang indah sep...
ada yang suka berandai-andai? lalu, berusaha untuk mewujudkannya. namun, hasilnya tidak mengenakkan?. Jika ada? berarti kita sama. puisi ini adalah perwakilan dari perasaan saya saat setahun yang lalu, dimana harapan berubah menjadi kenangan, dimana mimpi berubah menjadi rasa sakit.  selamat membaca... Andai Andai meraih cita-cita semudah menulis kata dibuku Tentu sudah kutulis dengan tinta sebanyak air di samudera Andai menggapai cita-cita semudah mencarik sebuah kertas Tentu sudah kucarik sejuta kertas Tapi .... Semua itu seolah jauh dai pandanganku Apakah aku buta? Sehingga tak mampu melihat harapan itu Ku coba mengejar.. Namun ia terbang ke angkasa Ku coba terbang ke angkasa Namun ia kembali ke bumi Apakah aku ini meteor? Ataukah asteroid? Yang sangat ditakuti oleh bumi Aku tak tahu Ku pasrahkahkan Cukup ALLAH yang menjelaskannya melalui kegagalan ini Kegagalan yang memahitkan.
Assalamu'alaikum guyss... Akhi, ukhti,... kembali lagi bersama saya IlySastra.. oke Guyss,, selamat menikmati bacaannya.. Kutemukan kedamaian, saat duniaku tanpa internet ( ili yanti)           Pada tanggal 18 maret 2018 aku menonaktifkan semua dunia yang berhubungan dengan internet. Waktu itu aku sedang menghadapi ujian akhir sekolah yang pada mulanya dilaksanakan pada tanggal 15 maret 2018. Sebenarnya, aku sudah sering melakukan hal ini jika akan melaksanakan ujian sekolah.sekitaran satu minggu aku memulai aksi serupa dengan ini. Tujuan dari ini semua yakni untuk menfokuskan belajarku untuk menghadapi ujian. Aku sendiri terkadang ngerasa aneh dengan teman-teman seperjuanganku. Kulihat mereka tidak terlalu fanatik saat enghadapi ujian. Bahkan sebahagian dari mereka masih membutuhkan si mbah geoogle yang paling pintar itu. Dan kami sekelompok orang yang tak pernah menyentuh kebiasaan itu merasa sangat terganggu. Bahkan dari mere...