Langsung ke konten utama

Postingan

Romantika Skripsi

  Mimpi apa malam tadi? Akhir Januari indah dengan segala kisah di dalamnya. Bukan karena pohon pepaya di belakang rumah berbuah lebat dan matang setiap hari. Bukan pula karena kisah indah dari teman-teman yang sudah lebih dahulu meninggalkanku karena status jomblonya ditanggalkan (read: menikah) dan bahkan bukan karena isi kepalaku dipenuhi dengan project tulisan yang akan dibukukan selanjutnya. Tidak! Tidak semua itu yang menjadikan Januari terasa indah. Jika bukan karena semua itu, lalu apa? Pelan-pelan, baca terus ke bawah, ya. Hehe. Keindahan akhir Januari ini tidak serta merta datang tanpa disengaja atau sebuah kejutan tak terduga. Bahkan sebab keindahannya lahir dan dibungkus oleh jutaan derai air mata, butir peluh dan lembaran uang yang semuanya menjadi saksi bisu tentang kerasnya dalam memperjuangkan sebuah keindahan yang sudah direncanakan akan mekar di akhir Januari. Di hari ini. Ya, tepatnya di hari ini.  Demikianlah awal mula lahirnya keindahan di akhir Januari......
Postingan terbaru

Mr. Galak

  Mr. Galak Awal Januari masih tetap dengan gerimis tangisnya. Tidak ada yang berubah. Semuanya terlihat biasa saja. Semuanya berjalan seperti sedia kala. Tidak ada yang istimewa. Bahkan rasanya tidak perlu kehadirannya disambut sedemikian meriah dengan lecutan kembang api yang menghiasi langit tepat di pukul 00.00 wib, seperti yang terjadi tadi malam. Eh, tidak! Aku tidak mengikuti acara new years itu ya. Aku hanya menyaksikan siaran televisi yang tayang tadi pagi. Tidak sengaja terdengar, bukan berarti aku hobinya menonton acara gosip ya. Oh no! Rasanya aku tidak ada waktu untuk mendengarkan acara yang tidak ada manfaatnya. Eh, kalian jangan tersinggung, ya. Wkwk.  Awal Januari benar-benar membuat mood-ku tidak baik. Meski sudah ditemani secangkir kopi di cafe SSM. Setiap seduhan, mantap!―begitu logonya, tetap saja ada sesuatu yang mengganggu. Entahlah. Mungkin aku memang benar-benar kesepian. “Huhf.”  Aku menghembuskan nafas sambil menatap gerimis di luar sana.  A...

Peran Ibu sebagai Madrasul al-Ula dalam Pendidikan Anak

  Peran Ibu sebagai Madrasah Al-Ula  dalam Pendidikan Anak 1 1 Ili Yanti Mahasiswa Prodi Tadris Matematika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi   Mengawali artikel ini, saya akan menuliskan sebuah kutipan dari seorang ulama terkenal, yaitu Hasan al-Banna. Beliau berkata, “Wanita merupakan tiang negara, jika baik wanita di dalam suatu negara tersebut, maka baiklah ia seluruhnya. Akan tetapi sebaliknya, jika tidak baik wanita yang ada di dalamnya, maka hancurlah ia seluruhnya.” Dari kutipan tersebut, kita bukan hanya mengangguk-anggukan kepala, akan tetapi juga merasakan sendiri betapa benar ucapan tersebut. Dalam sejarah perkembangan dunia, baik berbicara tentang politik, agama, ekonomi dan sosial, kita sering disuapkan dengan pencapaian-pencapaian luar biasa dari orang-orang hebat yang setiap perubahan zaman selalu lahir. Kelahiran mereka tentu dari rahim seorang perempuan. Pun kita  selalu diingatkan kembali tentang kehancuran sebuah peradaban yang akar dar...

PUISI

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Apa kabar semua?  Jujur, kali ini saya bingung mau nulis apa.  Ternyata, bukan hanya bumi yang lokcdwon. Imajinasi saya pun ikut ter-lockdown.  Hm.. Menyedihkan.  Selamat membaca.  Terluka Parah Kadang aku tak mengerti tentang artinya sebuah rasa Kadang pula aku tak mengerti tentang perihnya saat terluka Dan yang paling tak kumengerti adalah tentang bodohnya rasa yang kupunya. Berbicara tentang luka Kuyakin semuanya tau rasanya seperih apa Barangkali, kalian lebih berpengalaman dari aku Berbicara tentang rasa Aku pun yakin semuanya pernah merasa Bahkan semuanya punya cara berbeda untuk dirasa Luka dan rasa Iya, content yang tengah kurasa Bukan hari ini. Tapi, sejak tiga tahun terakhir ini. Perih memang Saat memiliki rasa kepada dia yang tak pernah peka Sakit memang Saat rasa yang sudah terlanjur dirakit, harus dibuka kembali Allah... Aku pun tahu bahwa rasa ini adalah milikmu Aku bahkan ingat ba...

Nothing Impossible

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Kita bertemu kembali ya Btw, daripada @dirumahAja tanpa ada aktivitas, Yuk, mari isi waktu kalian dengan membaca Selamat membaca gaes. "Nothing Impossible" ... Hari itu aku memasuki jadwal kuliah keempat dengan mata kuliah Al-Qur'an Hadits. Saat itu, dosen kami tengah sibuk ke luar kota karena ada kepentingan. Kami memaklumi. "Untuk selanjutnya, kita kuliah pakai sistem online, ya," "Baik, bu," sahut kami serempak. "Silahkan kalian download aplikasi classroom atau buka di geoogle juga bisa," "Nah, ini kode kelasnya, ya," lanjut bu Diah. Kami sekelas melakukan apa yang diperintahkannya. Aku masih ingat, waktu itu kelasku dan kelas tetangga gabung. Jadi, suasana sedikit ramai. Hehe, tidak masalah. Sebenarnya, aku suka gabung. Eits, bukan karena ada apa-apa, ya, hanya ingin menikmati suasana baru bersama teman-teman baru. Kami menikmati kuliah dengan sistem ...

Aku Ingin Menjadi Penulis

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Apa kabar semua, semoga senantiasa berada dalam lindungan Allah Swt dan diberi kesehatan serta kemudahan dalam segala hal. Setelah buku pertama saya siap cetak, saya pun langsung mendapat beberapa hujaman dari teman-teman berupa sebuah pertanyaan. Pertanyaannya simple dan saya juga pernah bertanya tentang itu. "Bagaimana kak/il/ly caranya menjadi penulis?" Pertanyaan tersebut hampir semua pencinta dunia literasi pernah bertanya. Saya pun awalnya diam. Berpikir sejenak, sebab bingung apa yang mesti dikatakan. Sebab menjadi penulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak perjuangan dan pengorbanan yang terbalut dalam proses penulisan. Baik itu pengorbanan waktu, tenaga maupun pikiran. Akhirnya, saya pun menjawab pertanyaan dari mereka sekenanya sambil tertawa. "Ya kalau mau jadi penulis, kamu harus menulis. Hehe." Memang benar, jika ingin menjadi penulis, ya tentunya kita harus menulis. Benar, k...

Melupakan adalah rumus kehidupan. Pecahkanlah!

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Hai sobat. Sudah lama kita tidak berjumpa di dunia Ily Sastra. Apa kabar? Semoga baik. Aamiin. Kali ini Ily akan menulis tentang melupakan. Hehe, pasti sudah tidak asing lagi, kan? Dan pastinya semua orang pernah melakukannya. Entah itu karena disengaja maupun karena dipaksa oleh keadaan. Berbicara tentang melupakan, hampir semua orang tertuju pada perasaan. Tentang dunia percintaan. Ini Riil dan fakta. Memang, korban dilupakan hampir terjadi karena percintaan. Bosan. Tidak suka. Tidak cinta. Disakiti. Putus. Adalah salah satu dari berbagai alasan kenapa seseorang sering melupakan orang yang dulunya ia cintai. Bahkan, yang lebih ironis lagi bukan saja karena tidak cinta yang menyebabkan aktivitas melupakan terjadi, melainkan karena cinta lah seseorang berani melupakan. Ini sakit. Perih sekali. Kalian pernah merasakannya? Atau ada yang ingin mencoba-cobanya? Ily silahkan. Paling rasa sakit ditanggung masing-masing. Sebelum ki...