Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hai sobat. Sudah lama kita tidak berjumpa di dunia Ily Sastra.
Apa kabar? Semoga baik. Aamiin.
Kali ini Ily akan menulis tentang melupakan. Hehe, pasti sudah tidak asing lagi, kan? Dan pastinya semua orang pernah melakukannya. Entah itu karena disengaja maupun karena dipaksa oleh keadaan.
Berbicara tentang melupakan, hampir semua orang tertuju pada perasaan. Tentang dunia percintaan. Ini Riil dan fakta. Memang, korban dilupakan hampir terjadi karena percintaan.
Bosan. Tidak suka. Tidak cinta. Disakiti. Putus. Adalah salah satu dari berbagai alasan kenapa seseorang sering melupakan orang yang dulunya ia cintai.
Bahkan, yang lebih ironis lagi bukan saja karena tidak cinta yang menyebabkan aktivitas melupakan terjadi, melainkan karena cinta lah seseorang berani melupakan. Ini sakit. Perih sekali.
Kalian pernah merasakannya? Atau ada yang ingin mencoba-cobanya? Ily silahkan. Paling rasa sakit ditanggung masing-masing.
Sebelum kita melanjutkan, terlebih dahulu kita harus mengetahui, apa itu melupakan? Sering kita dengar, sering kita lakukan dan sering kita diperlakukan. Lalu, apa definisinya?
Melupakan adalah proses ketersengajaan maupun ketidaksegajaan yang terjadi akibat adanya stimulus dari orang-orang yang dekat dengannya maupun lingkungannya. Stimulus itu bisa berupa hal yang menyakitkan maupun hal yang masih asing.
Hal yang menyakitkan ini banyak terjadi dalam dunia percintaan. Sementara hal yang asing banyak terjadi pada lingkungan. Dalam proses pembelajaran, berapa banyak transfer ilmu dari guru yang terlupakan oleh siswanya. Hal ini terjadi karena siswa menganggap ilmu itu masih asing.
Tapi, blog ini Ily khususkan tentang melupakan seseorang bukan yang lainnya.
Melupakan seseorang memang pahit, tapi banyak terjadi. Seseorang yang katanya paling dicintai, rela dilupakan hanya karena suatu alasan. Melupakan memanglah bukan sesuatu yang diharapkan, tapi terkadang dengan melupakan seseorang bisa mengerti bahwa mencintai tidak mesti bersama dan mengingat, menjauh dan melupakan adalah bukti cinta tertinggi.
Seseorang tidak akan dikatakan benar-benar mencintai, sebelum rela berkorban untuknya. Sebagaimana sahabat Rasul saw yang mengaku cinta, mereka buktikan dengan pengorbanan untuk sang baginda.
Demikianlah analoginya.
Seseorang yang benar-benar mencintai, pasti ikhlas melepasnya untuk orang lain. Ikhlas adalah bukti pengorbanan tertinggi. Dan ini sedikit yang bisa melakukannya.
Melupakan seseorang juga bisa terjadi karena orang yang dicintai tidak memiliki kepekaan terhadap dirinya. Alasan ini lah yang membuat seseorang melupakan, sebab orang yang dicintai tidak pernah mencintai. Ini adalah rumus percintaan yang paling menyakitkan.
Selain itu, ada juga beberapa alasan lainnya yang menyebabkan aktivitas melupakan menjadi fenomena. Salah satunya karena syariat agama. Dalam Islam, istilah mencintai hanya akan halal pada seseorang setelah menikah. Sebelum menikah, ekspresi bagaimana pun tidak ada yang halal kecuali mendoakan.
Sebenarnya, Islam tidak pernah melarang seseorang jatuh cinta. Bahkan jatuh cinta adalah sebuah fitrah yang telah ditetapkan untuk anak manusia. Yang dilarang dan tak dibenarkan Islam adalah ekspresi dalam mengungkapkannya. Jangan sampai karena cinta, aqidah dan akhlak tergadaikan. Na'uzubillahumin dzalik. Ini lah yang tidak dibenarkan.
Maka dari itu, banyak dari ikhwan dan akhwat yang memutuskan menjauh dan melupakan seseorang yang ia cintai demi menjaga keimanan mereka. Ini baik dan tidak salah. Namun, sebenarnya ada yang jauh lebih baik, yakni mempertahankan dan memperjuangkannya dengan menikahinya.
Tapi, tidak semua orang siap untuk menjejak langkah tersebut. Sebab, ada banyak konsekuensi yang harus diterima dan dipertanggungjawabkan. Sehingga menjauh dan melupakan adalah keputusan yang banyak dipilih oleh ikhwan dan akhwat.
Ada sebuah kisah tentang seorang gadis yang jatuh hati pada seorang pemuda. Gadis itu juga tidak tahu dan mengerti kenapa ia bisa menyukainya. Padahal dalam segi penampilan, ia teramat sederhana. Meski demikian, gadis tersebut mengakui bahwa pemuda itu memiliki akhlak yang baik. Barangkali ini bisa dijadikan alasan, walaupun sebenarnya bukan. Sebab, gadis tersebut benar-benar mencintainya tanpa sebuah alasan.
Waktu terus bergulir meninggalkan jejaknya, tanpa terasa gadis tersebut sudah lama memendam rasa. Ingin mengungkapkannya, tapi mentalnya tidak sama seperti Sayyidah Khadijah, isteri baginda Rasul Saw. Gadis itu hanya bisa memendam dan memendam.
Sampai suatu ketika gadis itu merasa ada yang mengganjal di hatinya, ia merasa hafalan Al Qur'an nya tidak selancar yang dulu, sebelum ia jatuh cinta. Ia panik. Mungkinkah karena perasaan yang sedang tumbuh di hatinya? Pertanyaan itu yang kerap ia lontarkan pada dirinya sendiri.
Akhirnya, keganjalan tersebut sampai pada puncaknya. Gadis tersebut memutuskan bercerita pada seorang ustadzah tentang apa yang dialaminya. Tentang perasaannya dan pemuda tersebut.
Ustadzah tersebut memberikan dua pilihan, jika benar-benar saling mencintai maka menikahlah. Sebab, menikah adalah obat dari mencintai. Kemudian, jika tidak siap menikah, maka menjauh dan mendekatkan diri kepada Allah Swt adalah jauh lebih baik.
Gadis tersebut terdiam. Ia berpikir bahwa selama ini ia tidak tahu apakah pemuda itu juga memiliki rasa yang sama padanya. Akhirnya gadis tersebut memutuskan melupakan dan memantaskan diri untuk menjemput jodoh impian.
Cerita singkat di atas adalah kisah yang banyak terjadi di kalangan pemuda pemudi Islam. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa praktek pacaran juga mengakar pada mereka.
Jika pembaca memiliki pengalaman yang sama dengan cerita di atas, maka pilihan ada dua nikah atau putuskan!
Ini adalah salah satu alasan kenapa melupakan seseorang masih sering menjadi pilihan dalam dunia percintaan.
Mencintai seseorang tidak pernah salah, sebab rasa muncul karena adanya ikatan tanpa sadar. Ikatan tersebut diciptakan oleh Allah Swt.
Yang salah dan tidak dibenarkan adalah engkau memilih mendekati zina (pacaran) dibanding menyempurnakan separuh keimanan (menikah). Terutama bagi muda-mudi saat ini.
Tetaplah berjuang bagi Anda yang sedang melupakan dan memantaskan diri menjemput kekasih impian. Sebab, usaha Anda tidak akan pernah sia-sia. Wanita yang baik untuk pria yang baik. Pun sebaliknya.
Semoga Allah Swt permudahkan kita dalam masalah yang satu ini. Sebab ahli cinta pernah mengatakan bahwa cinta adalah lima huruf yang membuat persoalan tidak pernah selesai-selesai.
Tetap istiqomh pada apa yang diperjuangkan, sebab melupakan demi mencapai ketaatan jauh lebih mulia di banding bersama dalam kemaksiatan.
Demikianlah tulisan singkat ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi kalian.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Ig: @iliyanti_illy
Fb : @Illy
Komentar
Posting Komentar