Langsung ke konten utama

Aku Ingin Menjadi Penulis


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar semua, semoga senantiasa berada dalam lindungan Allah Swt dan diberi kesehatan serta kemudahan dalam segala hal.

Setelah buku pertama saya siap cetak, saya pun langsung mendapat beberapa hujaman dari teman-teman berupa sebuah pertanyaan. Pertanyaannya simple dan saya juga pernah bertanya tentang itu.

"Bagaimana kak/il/ly caranya menjadi penulis?"
Pertanyaan tersebut hampir semua pencinta dunia literasi pernah bertanya.
Saya pun awalnya diam. Berpikir sejenak, sebab bingung apa yang mesti dikatakan. Sebab menjadi penulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak perjuangan dan pengorbanan yang terbalut dalam proses penulisan. Baik itu pengorbanan waktu, tenaga maupun pikiran.
Akhirnya, saya pun menjawab pertanyaan dari mereka sekenanya sambil tertawa.
"Ya kalau mau jadi penulis, kamu harus menulis. Hehe."

Memang benar, jika ingin menjadi penulis, ya tentunya kita harus menulis. Benar, kan?
Akan tetapi, kali ini saya akan memberikan beberapa tips agar kalian yang bermimpi ingin menjadi penulis bisa tercapai.

1. Tentukan Apa yang Akan Kalian Tulis.

Ini adalah bagian terpenting dalam sebuah penulisan. Sebab, akan memberikan pengaruh pada hasil akhirnya.
Ketika Anda berniat ingin menulis, tentu kalian harus menentukan apa yang akan kalian tulis. Nah, untuk itu tentukan lah dari sekarang apa yang akan kalian tulis.

2. Isi Imajinasi dengan Membaca

Setelah Anda menentukan apa yang akan ditulis, hal kedua yang harus dan mesti kalian lakukan adalah mengisi imajinasi Anda dengan banyak membaca. Sebenarnya, bahan isian pun harus menyesuaikan dengan apa yang kalian tulis. Tapi, tidak mesti juga.
Jika kalian ingin menulis novel, maka bahan isian imajinasi Anda juga berupa novel. Jika ingin menulis tentang motivasi, maka bahan isian kalian pun lebih banyak berupa buku-buku motivasi.
Dan seterusnya.
Kenapa bahan bacaan harus menyesuaikan dengan apa yang akan kalian tulis? Sebab, untuk menyingkronkan apa yang kalian pikirkan dengan apa yang kalian sampaikan.

Ada satu hal yang ingin saya sampaikan. Dan ini adalah nasehat yang saya dapatkan dari seseorang yang amat memotivasi saya.
Dia mengatakan, "Penulis itu ibarat ceret yang menuangkan air ke gelas-gelas. Jika ceret tidak diisi air, maka ceret tersebut tidak bisa menuangkan air ke gelas-gelas. Demikian pula dengan penulis, jika ingin menulis, maka isilah dengan membaca. Sebab, jika tidak membaca, maka apa yang akan ia saluran kepada pembaca?"

3. Tulis lah Apa yang Anda Pikirkan

Ini mungkin sudah menjadi syarat sah jika ingin menjadi seorang penulis.
Saat Anda memutuskan ingin menjadi penulis, maka mulailah menulis apa yang sedang kamu pikirkan. Yang jelas harus sinkron dengan apa yang ingin kamu tulis.
Membuat naskah Tidak perlu terburu-buru, sebab hasilnya akan tidak baik.

4. Pelajari Tanda baca dan Tata Baku Bahasa Indonesia.

Menjadi penulis, selain pandai memainkan kata-kata, juga harus pandai dalam aturan bahasa Indonesia.
Dalam menulis novel, hal yang paling penting untuk dipelajari adalah penggunaan tanda baca, gaya bahasa, majas dan sejenisnya. Sebab, tanda baca dalam sebuah tulisan sangat memengaruhi kualitas bacaan.
Saya juga menekankan kepada kalian untuk lebih menfokuskan pada bagian ini.
Karena seperti pengalaman saya, saat menulis saya tidak memperhatikan penggunaan tanda baca dengan baik. Alhasil, editor saya mengajari saya dalam penggunaannya.
Dan sekarang, saya mengerti bahwa penggunaan tanda baca adalah hal terpenting dalam memperlancar proses penerbitan sebuah buku.
Untuk kalian yang sedang berencana menulis, maka terlebih dahulu mempelajari penggunaan tanda baca agar proses penerbitan kalian berjalan dengan lancar.

5. Cari Motivasi

Percaya atau tidak, saat kalian menulis, kata-kata motivasi amat dibutuhkan untuk men-support Anda dalam menulis. Kata lelah, malas dan tidak ada ide adalah hal lumrah yang akan kalian temukan saat menulis.
Untuk mengatasi hal tersebut, maka lawanlah dengan mencari motivasi untuk menguatkan dan membantu Anda dalam menulis.
Atau bisa dengan refreshing, agar ide Anda berkembang.

6. Mencari Penerbit yang Sesuai dengan tujuan Anda.

Setelah naskah sudah selesai Anda tulis, maka mulailah berkenalan dengan penerbit-penerbit. Untuk memudahkan naskah Anda diterima, maka carilah penerbit yang sesuai dengan tujuan Anda.

Demikianlah jawaban dari saya atas pertanyaan teman-teman. Semoga, mimpi kalian ingin menjadi penulis tercapai. Jangan lupa berdoa dan berusaha.
Jangan mudah mengeluh dan bertekuk-lutut. Sebab, terbitnya satu buah buku, pasti telah melewati bermacam-macam rintangan.

Semangat kawan.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam.
Ily

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH AWAL TERBENTUKNYA KOMUNITAS DAN ENTITAS POLITIK MUSLIM DI KAWASAN MELAYU Makalah ini disusun untuk memenuhi  tugas kelompok Dosen Pengampu : Desy Rosmalinda,S.Pd.,M.Pd. Disususun Oleh: 1.       Gilang Priagus (208180059) 2.       Ili Yanti (208180025) 3.       Risky Andinata (208180064) 4.       Winda Setiawati (208180038) PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN  JAMBI 2019 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah , segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kelancaran kepada kami dalam menulis makalah ini. Sehingga kami dapat menyelesaikannya dengan baik. Tidak lupa pula ucapan terima kasih kepada  Ibu Desy Rosmalinda,S.Pd.,M.Pd.  yang telah memberikan kami bimbingan serta masukan-masukan saat di...

Mr. Galak

  Mr. Galak Awal Januari masih tetap dengan gerimis tangisnya. Tidak ada yang berubah. Semuanya terlihat biasa saja. Semuanya berjalan seperti sedia kala. Tidak ada yang istimewa. Bahkan rasanya tidak perlu kehadirannya disambut sedemikian meriah dengan lecutan kembang api yang menghiasi langit tepat di pukul 00.00 wib, seperti yang terjadi tadi malam. Eh, tidak! Aku tidak mengikuti acara new years itu ya. Aku hanya menyaksikan siaran televisi yang tayang tadi pagi. Tidak sengaja terdengar, bukan berarti aku hobinya menonton acara gosip ya. Oh no! Rasanya aku tidak ada waktu untuk mendengarkan acara yang tidak ada manfaatnya. Eh, kalian jangan tersinggung, ya. Wkwk.  Awal Januari benar-benar membuat mood-ku tidak baik. Meski sudah ditemani secangkir kopi di cafe SSM. Setiap seduhan, mantap!―begitu logonya, tetap saja ada sesuatu yang mengganggu. Entahlah. Mungkin aku memang benar-benar kesepian. “Huhf.”  Aku menghembuskan nafas sambil menatap gerimis di luar sana.  A...

Serial Itok

assalamu'alaikum... teruntuk dua sahabatku ( As-Syifa dan Imae) yang selalu nanya " kapan ceritaku dibuatkan?", Nah sekarang dalam serial Itok saya masukkan pengalaman saya dan kalian pada masa putih-abu abu. Maka, silahkan membaca. Dan buat para pembaca yang sudah mampir di blog saya, saya ucapkan Marhabah. Semoga dapat menghibur kalian semua. Oh iya, apabila ceritanya kurang berkesan atau hidup. Saya mohon maaf, sebab membuat sebuah cerpen yang mengubah  karakter dari perempuan ke laki-laki atau dari laki-laki ke perempuan adalah hal yang tidak mudah. Maka dari itu, mohon dimaklumi. Selamat Membaca Guys.... Tiga Sekawan Pagi-pagi buta Itok sudah memasuki halaman sekolah. Sambil memegang sebuah buku Itok bernyanyi-nyanyi dengan nada suara yang dibuat-buat meniru Medona . Tapi, Cemprengnya bukan main. Dari jauh satu dua lampu di langit-langit Koridor masih menyala. “ Kayaknya gua paling pertama deh yang datang” Gumam Itok dalam hati sambil terus berjalan. ...