Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kita bertemu kembali ya
Btw, daripada @dirumahAja tanpa ada aktivitas,
Yuk, mari isi waktu kalian dengan membaca
Selamat membaca gaes.
"Nothing Impossible"
...
Hari itu aku memasuki jadwal kuliah keempat dengan mata kuliah Al-Qur'an Hadits.
Saat itu, dosen kami tengah sibuk ke luar kota karena ada kepentingan.
Kami memaklumi.
"Untuk selanjutnya, kita kuliah pakai sistem online, ya,"
"Baik, bu," sahut kami serempak.
"Silahkan kalian download aplikasi classroom atau buka di geoogle juga bisa,"
"Nah, ini kode kelasnya, ya," lanjut bu Diah.
Kami sekelas melakukan apa yang diperintahkannya.
Aku masih ingat, waktu itu kelasku dan kelas tetangga gabung. Jadi, suasana sedikit ramai. Hehe, tidak masalah. Sebenarnya, aku suka gabung.
Eits, bukan karena ada apa-apa, ya, hanya ingin menikmati suasana baru bersama teman-teman baru.
Kami menikmati kuliah dengan sistem online, di mana pemakalah mengirimkan Makalahnya di classroom dan kelompok lain memberikan tanggapan yang serupa.
Meski, kami menurut. Ada saat-saat di mana kami sendiri bosan dengan kuliah jenis ini.
"Ini kuliah apaan, sih,"
Aku sempat mengatakan itu di hati.
"Syukur sistem online ini untuk mata kuliah yang bisa dipelajari lewat membaca, coba kalau bukan," ungkapku kepada teman-teman.
"Iya bener, tuh," sahut yang lain.
"Coba mata kuliah eksak yang pakai sistem online, kebayang, nggak?" yang lain ikut menimpali.
"Ah, nggak mungkin lah, sedang di kelas aja masih kurang paham apalagi sistem online. Gimana coba dosen ngejelsainnya," sahutku.
"Iya, nggak mungkin, lah," yang lain ikut membenarkan.
Aku masih ingat perkataan dan percakapan itu, percakapan hampir dua tahun. Saat aku masih duduk di semester awal.
Tapi, satu hal yang aku lupa bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini ketika Allah memutuskan segala sesuatu.
Kejadian hari ini, tepatnya di mulai tanggal 16 maret 2020, kampus mengumumkan untuk libur selama dua minggu karena Covid-19. Sistem kuliah menggunakan sistem online.
Lalu, tanggal 24 maret 2020, rektor mengeluarkan surat keputusan bahwa semester ini seluruhnya memakai online, termasuk uts dan uas.
Kita bisa apa dengan semua ini?
Ucapanku hampir dua tahun yang lalu telah terbantahkan dengan sendirinya. Bahwa untuk mata kuliah eksak pun kami memakai sistem online.
Dua tahun yang lalu sebelum hari ini, mungkin iya anggapanku logis. Tapi, untuk hari ini, tanggapanku salah.
Dari pengalaman ini, aku menyimpulkan bahwa benar di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Sekali pun terlihat tidak masuk akal, tapi jika Allah berkehendak kekuatan mana yang bisa mencegahnya.
Ketika manusia mengatakan "Ini tidak mungkin", tapi ketika Allah mengatakan "Kun fayakun", maka adakah yang masih ingin membantahnya?
Dari pengalaman ini, aku mendapat hikmah bahwa segala susuatu yang tidak mungkin bisa saja berubah menjadi mungkin. Pun sebaliknya sesuatu yang terlihat mungkin bisa saja menjadi tidak mungkin.
Tinggal waktu saja yang akan menjawabnya kemana arah pembenaran itu.
Dari pengalaman ini juga, aku termotivasi untuk terus bermimpi dan berusaha mencapai apa yang kuinginkan. Meski hari ini terlihat tidak mungkin bisa kugapai, aku yakin dan percaya suatu hari nanti akan mungkin untuk kupegang.
Ketika kita berencana, Allah pun berencana. Ketika kita berusaha, Allah pun menguji kita. Dan ketika kita berdoa, maka Allah pun menjawab doa kita.
Setelah kita berikhtiar, maka Allah pun menetapkan rencana-Nya untuk kita.
Teruslah bermimpi, hilangkan konsep "Impossible" menjadi "Posible". Hilangkan kata "Tidak mungkin" menjadi "Mungkin".
Selamat membaca.
Saya tantang Anda untuk menulis pengalaman yang serupa dengan saya di komentar atau di linimasa kalian. Dan jangan lupa tag saya.
#Possible
#Covid-19
#Motivasi
Kita bertemu kembali ya
Btw, daripada @dirumahAja tanpa ada aktivitas,
Yuk, mari isi waktu kalian dengan membaca
Selamat membaca gaes.
"Nothing Impossible"
...
Hari itu aku memasuki jadwal kuliah keempat dengan mata kuliah Al-Qur'an Hadits.
Saat itu, dosen kami tengah sibuk ke luar kota karena ada kepentingan.
Kami memaklumi.
"Untuk selanjutnya, kita kuliah pakai sistem online, ya,"
"Baik, bu," sahut kami serempak.
"Silahkan kalian download aplikasi classroom atau buka di geoogle juga bisa,"
"Nah, ini kode kelasnya, ya," lanjut bu Diah.
Kami sekelas melakukan apa yang diperintahkannya.
Aku masih ingat, waktu itu kelasku dan kelas tetangga gabung. Jadi, suasana sedikit ramai. Hehe, tidak masalah. Sebenarnya, aku suka gabung.
Eits, bukan karena ada apa-apa, ya, hanya ingin menikmati suasana baru bersama teman-teman baru.
Kami menikmati kuliah dengan sistem online, di mana pemakalah mengirimkan Makalahnya di classroom dan kelompok lain memberikan tanggapan yang serupa.
Meski, kami menurut. Ada saat-saat di mana kami sendiri bosan dengan kuliah jenis ini.
"Ini kuliah apaan, sih,"
Aku sempat mengatakan itu di hati.
"Syukur sistem online ini untuk mata kuliah yang bisa dipelajari lewat membaca, coba kalau bukan," ungkapku kepada teman-teman.
"Iya bener, tuh," sahut yang lain.
"Coba mata kuliah eksak yang pakai sistem online, kebayang, nggak?" yang lain ikut menimpali.
"Ah, nggak mungkin lah, sedang di kelas aja masih kurang paham apalagi sistem online. Gimana coba dosen ngejelsainnya," sahutku.
"Iya, nggak mungkin, lah," yang lain ikut membenarkan.
Aku masih ingat perkataan dan percakapan itu, percakapan hampir dua tahun. Saat aku masih duduk di semester awal.
Tapi, satu hal yang aku lupa bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini ketika Allah memutuskan segala sesuatu.
Kejadian hari ini, tepatnya di mulai tanggal 16 maret 2020, kampus mengumumkan untuk libur selama dua minggu karena Covid-19. Sistem kuliah menggunakan sistem online.
Lalu, tanggal 24 maret 2020, rektor mengeluarkan surat keputusan bahwa semester ini seluruhnya memakai online, termasuk uts dan uas.
Kita bisa apa dengan semua ini?
Ucapanku hampir dua tahun yang lalu telah terbantahkan dengan sendirinya. Bahwa untuk mata kuliah eksak pun kami memakai sistem online.
Dua tahun yang lalu sebelum hari ini, mungkin iya anggapanku logis. Tapi, untuk hari ini, tanggapanku salah.
Dari pengalaman ini, aku menyimpulkan bahwa benar di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Sekali pun terlihat tidak masuk akal, tapi jika Allah berkehendak kekuatan mana yang bisa mencegahnya.
Ketika manusia mengatakan "Ini tidak mungkin", tapi ketika Allah mengatakan "Kun fayakun", maka adakah yang masih ingin membantahnya?
Dari pengalaman ini, aku mendapat hikmah bahwa segala susuatu yang tidak mungkin bisa saja berubah menjadi mungkin. Pun sebaliknya sesuatu yang terlihat mungkin bisa saja menjadi tidak mungkin.
Tinggal waktu saja yang akan menjawabnya kemana arah pembenaran itu.
Dari pengalaman ini juga, aku termotivasi untuk terus bermimpi dan berusaha mencapai apa yang kuinginkan. Meski hari ini terlihat tidak mungkin bisa kugapai, aku yakin dan percaya suatu hari nanti akan mungkin untuk kupegang.
Ketika kita berencana, Allah pun berencana. Ketika kita berusaha, Allah pun menguji kita. Dan ketika kita berdoa, maka Allah pun menjawab doa kita.
Setelah kita berikhtiar, maka Allah pun menetapkan rencana-Nya untuk kita.
Teruslah bermimpi, hilangkan konsep "Impossible" menjadi "Posible". Hilangkan kata "Tidak mungkin" menjadi "Mungkin".
Selamat membaca.
Saya tantang Anda untuk menulis pengalaman yang serupa dengan saya di komentar atau di linimasa kalian. Dan jangan lupa tag saya.
#Possible
#Covid-19
#Motivasi

Komentar
Posting Komentar