Langsung ke konten utama

PUISI

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar semua? 
Jujur, kali ini saya bingung mau nulis apa. 
Ternyata, bukan hanya bumi yang lokcdwon. Imajinasi saya pun ikut ter-lockdown. 
Hm.. Menyedihkan. 


Selamat membaca. 






Terluka Parah

Kadang aku tak mengerti tentang artinya sebuah rasa
Kadang pula aku tak mengerti tentang perihnya saat terluka
Dan yang paling tak kumengerti adalah tentang bodohnya rasa yang kupunya.

Berbicara tentang luka
Kuyakin semuanya tau rasanya seperih apa
Barangkali, kalian lebih berpengalaman dari aku

Berbicara tentang rasa
Aku pun yakin semuanya pernah merasa
Bahkan semuanya punya cara berbeda untuk dirasa

Luka dan rasa
Iya, content yang tengah kurasa
Bukan hari ini. Tapi, sejak tiga tahun terakhir ini.
Perih memang
Saat memiliki rasa kepada dia yang tak pernah peka
Sakit memang
Saat rasa yang sudah terlanjur dirakit, harus dibuka kembali

Allah...
Aku pun tahu bahwa rasa ini adalah milikmu
Aku bahkan ingat bahwa ini adalah sebuah fitrah
Dan aku tidak pernah lupa bahwa setiap manusia pasti saling menyukai
Tapi Allah...
Aku mohon dengan kebesaran-Mu dan kerendahanku
Cabutlah rasa ini sebagaimana mudahnya Engkau mencabut nyawa Manusia
Hilangkanlah rasa ini sebagaimana Engkau menghilangkan penyakit pada manusia
Gantilah rasa ini kepada yang tidak melukai, sebagaimana Engkau mengganti nikmat Manusia

Allah
Kalau bukan kepada-Mu aku mengadu,
Lantas kemana lagi aku bercerita?
Kalau bukan kepada-Mu aku berharap,
Lantas kemana lagi aku menaruh harapan yang tak akan dikecewakan?
Jika hanya Engkau adalah satu-satunya dari dua pertanyaan itu,
Maka hapuslah rasa ini
Sebagaimana mudahnya Engkau menghapus dosa-dosa kami

Allah...
Aku sudah cukup terluka dalam hal mencintai makhluk-Mu
Tolonglah obati luka ini dengan cinta-Mu
Agar luka yang sudah terlanjur dalam ini cepat menghilang. 



Salam Literasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH AWAL TERBENTUKNYA KOMUNITAS DAN ENTITAS POLITIK MUSLIM DI KAWASAN MELAYU Makalah ini disusun untuk memenuhi  tugas kelompok Dosen Pengampu : Desy Rosmalinda,S.Pd.,M.Pd. Disususun Oleh: 1.       Gilang Priagus (208180059) 2.       Ili Yanti (208180025) 3.       Risky Andinata (208180064) 4.       Winda Setiawati (208180038) PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN  JAMBI 2019 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah , segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kelancaran kepada kami dalam menulis makalah ini. Sehingga kami dapat menyelesaikannya dengan baik. Tidak lupa pula ucapan terima kasih kepada  Ibu Desy Rosmalinda,S.Pd.,M.Pd.  yang telah memberikan kami bimbingan serta masukan-masukan saat di...

Mr. Galak

  Mr. Galak Awal Januari masih tetap dengan gerimis tangisnya. Tidak ada yang berubah. Semuanya terlihat biasa saja. Semuanya berjalan seperti sedia kala. Tidak ada yang istimewa. Bahkan rasanya tidak perlu kehadirannya disambut sedemikian meriah dengan lecutan kembang api yang menghiasi langit tepat di pukul 00.00 wib, seperti yang terjadi tadi malam. Eh, tidak! Aku tidak mengikuti acara new years itu ya. Aku hanya menyaksikan siaran televisi yang tayang tadi pagi. Tidak sengaja terdengar, bukan berarti aku hobinya menonton acara gosip ya. Oh no! Rasanya aku tidak ada waktu untuk mendengarkan acara yang tidak ada manfaatnya. Eh, kalian jangan tersinggung, ya. Wkwk.  Awal Januari benar-benar membuat mood-ku tidak baik. Meski sudah ditemani secangkir kopi di cafe SSM. Setiap seduhan, mantap!―begitu logonya, tetap saja ada sesuatu yang mengganggu. Entahlah. Mungkin aku memang benar-benar kesepian. “Huhf.”  Aku menghembuskan nafas sambil menatap gerimis di luar sana.  A...

Serial Itok

assalamu'alaikum... teruntuk dua sahabatku ( As-Syifa dan Imae) yang selalu nanya " kapan ceritaku dibuatkan?", Nah sekarang dalam serial Itok saya masukkan pengalaman saya dan kalian pada masa putih-abu abu. Maka, silahkan membaca. Dan buat para pembaca yang sudah mampir di blog saya, saya ucapkan Marhabah. Semoga dapat menghibur kalian semua. Oh iya, apabila ceritanya kurang berkesan atau hidup. Saya mohon maaf, sebab membuat sebuah cerpen yang mengubah  karakter dari perempuan ke laki-laki atau dari laki-laki ke perempuan adalah hal yang tidak mudah. Maka dari itu, mohon dimaklumi. Selamat Membaca Guys.... Tiga Sekawan Pagi-pagi buta Itok sudah memasuki halaman sekolah. Sambil memegang sebuah buku Itok bernyanyi-nyanyi dengan nada suara yang dibuat-buat meniru Medona . Tapi, Cemprengnya bukan main. Dari jauh satu dua lampu di langit-langit Koridor masih menyala. “ Kayaknya gua paling pertama deh yang datang” Gumam Itok dalam hati sambil terus berjalan. ...