Langsung ke konten utama

Kenapa harus Rindu?



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hai sobat, apa kabar? Terutama hatinya.
Semoga baik.

😊


Ily mau cerita nih,
Apa yaa.. Bingung juga. Tetapi ada sesuatu yang harus Ily katakan.
Perih sih, tapi ya mau bagaimana lagi. Diobati nggak bisa, dibuang nggak mungkin dan dibiarkan tambah membingungkan.
Hehe... Bercanda, jangan serius.

Kali ini Ily ada sebuah puisi. Menarik sih, plus membingungkan. Panasaran, mari lanjutkan membacanya....



Rinduku
"Ily"


Siapa sangka dia bisa menjadi objek pada kegelisahan hati ini
Siapa sangka pula bahwa dirinya menjadi
Manusia yang selalu dikenang
Mungkin dia tidak pernah menyangka dan tahu
Bahwa betapa dirinya selalu diingat
Mungkin dia tidak merasakan apa yang tengah kuderitKan

Mungkin aku bodoh
Merindukan orang yang tidak merindukan
Menyukai orang yang tidak menyukai
Mengingat orang yang tidak mengingat

Kejam sekali cinta ini
Lekat sekali rasa ini
Berhari-hari kucoba melupakan
Maka berkali-kali pula aku gagal
Berkali-kali aku meyakinkan tidak menyukainya
Maka berkali-kali pula aku menanggung luka

Apakah ini Rindu?
Jika benar
Kejam sekali
Jika tidak
Kenapa sulit dilupakan?

Entahlah, rasa apa ini?
Seperti penyakit, namun tidak ada obatnya di apotek
Seperti luka, namun tak berdarah
Seperti rindu, namun pantaskah aku merindukan nya?
Jika pantas, aku ingin melanjutkannya
Jika tidak, aku belum siap melupakannya


Muaro Jambi, 27 Desember 2019
MB.


Demikian semoga menghibur.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH AWAL TERBENTUKNYA KOMUNITAS DAN ENTITAS POLITIK MUSLIM DI KAWASAN MELAYU Makalah ini disusun untuk memenuhi  tugas kelompok Dosen Pengampu : Desy Rosmalinda,S.Pd.,M.Pd. Disususun Oleh: 1.       Gilang Priagus (208180059) 2.       Ili Yanti (208180025) 3.       Risky Andinata (208180064) 4.       Winda Setiawati (208180038) PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN  JAMBI 2019 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah , segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kelancaran kepada kami dalam menulis makalah ini. Sehingga kami dapat menyelesaikannya dengan baik. Tidak lupa pula ucapan terima kasih kepada  Ibu Desy Rosmalinda,S.Pd.,M.Pd.  yang telah memberikan kami bimbingan serta masukan-masukan saat di...

Mr. Galak

  Mr. Galak Awal Januari masih tetap dengan gerimis tangisnya. Tidak ada yang berubah. Semuanya terlihat biasa saja. Semuanya berjalan seperti sedia kala. Tidak ada yang istimewa. Bahkan rasanya tidak perlu kehadirannya disambut sedemikian meriah dengan lecutan kembang api yang menghiasi langit tepat di pukul 00.00 wib, seperti yang terjadi tadi malam. Eh, tidak! Aku tidak mengikuti acara new years itu ya. Aku hanya menyaksikan siaran televisi yang tayang tadi pagi. Tidak sengaja terdengar, bukan berarti aku hobinya menonton acara gosip ya. Oh no! Rasanya aku tidak ada waktu untuk mendengarkan acara yang tidak ada manfaatnya. Eh, kalian jangan tersinggung, ya. Wkwk.  Awal Januari benar-benar membuat mood-ku tidak baik. Meski sudah ditemani secangkir kopi di cafe SSM. Setiap seduhan, mantap!―begitu logonya, tetap saja ada sesuatu yang mengganggu. Entahlah. Mungkin aku memang benar-benar kesepian. “Huhf.”  Aku menghembuskan nafas sambil menatap gerimis di luar sana.  A...

Serial Itok

assalamu'alaikum... teruntuk dua sahabatku ( As-Syifa dan Imae) yang selalu nanya " kapan ceritaku dibuatkan?", Nah sekarang dalam serial Itok saya masukkan pengalaman saya dan kalian pada masa putih-abu abu. Maka, silahkan membaca. Dan buat para pembaca yang sudah mampir di blog saya, saya ucapkan Marhabah. Semoga dapat menghibur kalian semua. Oh iya, apabila ceritanya kurang berkesan atau hidup. Saya mohon maaf, sebab membuat sebuah cerpen yang mengubah  karakter dari perempuan ke laki-laki atau dari laki-laki ke perempuan adalah hal yang tidak mudah. Maka dari itu, mohon dimaklumi. Selamat Membaca Guys.... Tiga Sekawan Pagi-pagi buta Itok sudah memasuki halaman sekolah. Sambil memegang sebuah buku Itok bernyanyi-nyanyi dengan nada suara yang dibuat-buat meniru Medona . Tapi, Cemprengnya bukan main. Dari jauh satu dua lampu di langit-langit Koridor masih menyala. “ Kayaknya gua paling pertama deh yang datang” Gumam Itok dalam hati sambil terus berjalan. ...