Langsung ke konten utama

Welcome to life


Ily.Sastra
Puisi Kehidupan


Assalamu'alaikum manteman....
kali ini saya akan menghadirkan sebuah puisi untuk Anda.
Puisi ini adalah ungkapan terima kasih saya pada Ibu yang 
telah mengenalkan saya akan arti hidup di dunia
Ibu adalah sumber kekuatan




Welcome To Life’1

Saat tangisan kecil dariku menembus dinding kehidupan
Saat itulah fase kehidupanku dimulai
Semua orang tersenyum melihatku
Tapi aku menangis melihat mereka
Mereka tak menyadari
bahwa mata kecil ini tak biasa menatap dunia
mereka tak menyadari
bahwa polusi kehidupan semakin parah
tensi ekonomi semakin tinggi
dan kecanggihan tekhnologi semakin mengalahkan kehidupan beragama

kini aku hadir didalamnya
saat dunia sedang sakit
aku ingin bertanya pada ibu
tentang bagaimana roda kehidupanku
apakah kehidupanku seperti mengayuh sepeda dijalan yang mulus
ataukah sebaliknya?
Mengayuh dijalan yang penuh batu kerikil

Aku menatap pada ibu
Kulihat matanya yang indah seperti yakut dan marjan
Matanya memancarkan kasih sayang
Dari matanya kutemukan jawaban kehidupan 
Bahwa hidup seperti roda yang berputar
Ada sedih ada tawa, ada suka dan duka
Hanya doa dan usaha yang mampu melancarkan perputaran roda itu

Kini aku tak takut hadir didunia ini
Karena ada malaikat kecil yang selalu melindungiku...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH AWAL TERBENTUKNYA KOMUNITAS DAN ENTITAS POLITIK MUSLIM DI KAWASAN MELAYU Makalah ini disusun untuk memenuhi  tugas kelompok Dosen Pengampu : Desy Rosmalinda,S.Pd.,M.Pd. Disususun Oleh: 1.       Gilang Priagus (208180059) 2.       Ili Yanti (208180025) 3.       Risky Andinata (208180064) 4.       Winda Setiawati (208180038) PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN  JAMBI 2019 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah , segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kelancaran kepada kami dalam menulis makalah ini. Sehingga kami dapat menyelesaikannya dengan baik. Tidak lupa pula ucapan terima kasih kepada  Ibu Desy Rosmalinda,S.Pd.,M.Pd.  yang telah memberikan kami bimbingan serta masukan-masukan saat di...

Mr. Galak

  Mr. Galak Awal Januari masih tetap dengan gerimis tangisnya. Tidak ada yang berubah. Semuanya terlihat biasa saja. Semuanya berjalan seperti sedia kala. Tidak ada yang istimewa. Bahkan rasanya tidak perlu kehadirannya disambut sedemikian meriah dengan lecutan kembang api yang menghiasi langit tepat di pukul 00.00 wib, seperti yang terjadi tadi malam. Eh, tidak! Aku tidak mengikuti acara new years itu ya. Aku hanya menyaksikan siaran televisi yang tayang tadi pagi. Tidak sengaja terdengar, bukan berarti aku hobinya menonton acara gosip ya. Oh no! Rasanya aku tidak ada waktu untuk mendengarkan acara yang tidak ada manfaatnya. Eh, kalian jangan tersinggung, ya. Wkwk.  Awal Januari benar-benar membuat mood-ku tidak baik. Meski sudah ditemani secangkir kopi di cafe SSM. Setiap seduhan, mantap!―begitu logonya, tetap saja ada sesuatu yang mengganggu. Entahlah. Mungkin aku memang benar-benar kesepian. “Huhf.”  Aku menghembuskan nafas sambil menatap gerimis di luar sana.  A...

Serial Itok

assalamu'alaikum... teruntuk dua sahabatku ( As-Syifa dan Imae) yang selalu nanya " kapan ceritaku dibuatkan?", Nah sekarang dalam serial Itok saya masukkan pengalaman saya dan kalian pada masa putih-abu abu. Maka, silahkan membaca. Dan buat para pembaca yang sudah mampir di blog saya, saya ucapkan Marhabah. Semoga dapat menghibur kalian semua. Oh iya, apabila ceritanya kurang berkesan atau hidup. Saya mohon maaf, sebab membuat sebuah cerpen yang mengubah  karakter dari perempuan ke laki-laki atau dari laki-laki ke perempuan adalah hal yang tidak mudah. Maka dari itu, mohon dimaklumi. Selamat Membaca Guys.... Tiga Sekawan Pagi-pagi buta Itok sudah memasuki halaman sekolah. Sambil memegang sebuah buku Itok bernyanyi-nyanyi dengan nada suara yang dibuat-buat meniru Medona . Tapi, Cemprengnya bukan main. Dari jauh satu dua lampu di langit-langit Koridor masih menyala. “ Kayaknya gua paling pertama deh yang datang” Gumam Itok dalam hati sambil terus berjalan. ...